Hair Fallout After Stress? Here’s Why

dr. Anasya Putri Ramadhina November 25, 2025

Pernah merasakan rambut rontok setelah periode lelah, sakit, atau stres emosional? Bisa jadi keduanya berhubungan. Gejalanya sering muncul terlambat beberapa bulan, tetapi umumnya membaik ketika pemicu diatasi. Apa sebenarnya yang terjadi, dan apa yang bisa Anda lakukan?

Apa Itu Telogen Effluvium?

Di kulit kepala yang sehat, sekitar 85% folikel rambut berada di fase tumbuh (anagen), dan 15% berada di fase istirahat (telogen). Fase pertumbuhan rambut ini berlangsung sekitar 4 tahun, setelah itu folikel akan “istirahat” selama 4 bulan. Rambut yang berada dalam fase telogen akan digantikan oleh rambut anagen yang baru. Oleh karena itu, wajar jika kita kehilangan sekitar 100 helai rambut per hari karena itu bagian dari siklus normal rambut.

Namun, saat tubuh mengalami stres—baik fisik maupun emosional—sistem stres lokal di kulit kepala dapat berperan. Kulit, termasuk folikel rambut, memiliki sistem respons stres yang mirip dengan yang ada di seluruh tubuh. Sistem ini menghasilkan hormon-hormon seperti CRH, ACTH, dan kortisol, yang saling berinteraksi dan mempengaruhi folikel rambut.

Bagaimana Stres Bisa Membuat Rambut Rontok?

Kortisol, hormon yang diproduksi tubuh saat stres, dapat memengaruhi folikel rambut dengan mendorongnya masuk ke fase telogen (istirahat). Folikel rambut yang memasuki fase telogen akan berhenti tumbuh dan akhirnya rontok. Proses ini disebut telogen effluvium—suatu kondisi di mana rambut rontok merata di seluruh kulit kepala.

Pada kondisi telogen effluvium, lebih banyak rambut yang biasanya berada di fase anagen (tumbuh) berpindah ke fase telogen. Rambut-rambut telogen ini akan diam terlebih dahulu selama 1–3 bulan sebelum akhirnya rontok. Inilah yang menjelaskan mengapa banyak orang mengalami kerontokan rambut 2–4 bulan setelah mengalami stres berat, sakit, melahirkan, diet ketat, atau perubahan emosional.

Gejala Telogen Effluvium

Telogen effluvium (TE) adalah kerontokan rambut yang tidak meninggalkan bekas luka (non-scarring) dan tanpa peradangan (non-inflammatory). Kondisi ini biasanya muncul secara mendadak, dengan insiden yang sama antara pria dan wanita, serta berbagai kelompok usia. Ciri-ciri TE meliputi:

  1. Rambut rontok merata di seluruh kulit kepala, bisa juga melibatkan rambut tubuh lainnya.
  2. Tidak ada area kebotakan total.
  3. Hair pull test positif, yaitu uji tarik rambut yang dilakukan oleh dokter kulit.

Penyebab Telogen Effluvium

Beberapa pemicu yang dapat menyebabkan telogen effluvium antara lain:

  1. Penyakit dengan gejala demam (febrile illnesses)
  2. Operasi
  3. Kehamilan
  4. Penyakit tiroid
  5. Penurunan berat badan akibat diet ketat
  6. Penggunaan obat-obatan
  7. Malnutrisi
  8. Penyakit sistemik
  9. Stres psikologis

Penanganan Telogen Effluvium

Berikut beberapa langkah yang dapat membantu mengatasi telogen effluvium:

  1. Hindari menyisir atau menyikat rambut terlalu keras dan hindari pijatan kulit kepala yang berlebihan.
  2. Pastikan asupan nutrisi yang cukup, terutama dengan banyaknya konsumsi protein, buah, dan sayuran.
  3. Atasi masalah kulit kepala atau gangguan hormon jika terdeteksi.
  4. Regenerasi rambut biasanya terjadi setelah pemicu stres diatasi.
  5. Perlu dicatat bahwa episod akut telogen effluvium yang berulang bisa berisiko berkembang menjadi female pattern hair loss (rambut rontok pola wanita).

Kapan Perlu Memeriksakan Diri?

Jika Anda mengalami rontok rambut yang terus berlanjut lebih dari beberapa bulan atau merasa khawatir dengan gejala yang muncul, segera konsultasikan dengan dokter atau ahli dermatologi. Pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk memastikan bahwa penyebabnya adalah telogen effluvium dan bukan kondisi medis lain yang lebih serius.

Dengan mengidentifikasi dan mengatasi pemicu stres, kebanyakan orang akan melihat pemulihan dan pertumbuhan rambut baru dalam beberapa bulan ke depan.

Referensi

American Academy of Family Physicians (AAFP), 2017. Hair Loss: Common Causes and Treatment. American Family Physician, 96(6), pp. 371-378.

DermNet NZ, 2021. Telogen Effluvium.

Lee, Y., Lee, S., Lee, C., Lee, S., Kang, H., Hwang, D., Choi, J., Kwon, H., Kwon, Y., Lee, S., 2020. The Local HPA Axis in Hair Follicles. BMC Molecular Cell Biology, 21(1).

Ohyama M., 2019. Telogen Effluvium. In: A. Fitzpatrick, ed. Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine. 9th ed. New York: McGraw-Hill, pp. 1057-1514.

Slominski, A., Zmijewski, M., & Paus, R., 2020. Functional Role of the HPA Axis in Skin Biology. Experimental Dermatology, 29(6), pp. 622-632.