Hair Loss After Stress? Or Is It Something Else? Here’s How to Tell!
Setelah membahas mengenai kerontokan rambut yang terjadi pasca stres, kini saatnya mengenali bahwa tidak semua kerontokan disebabkan oleh hal tersebut. Beberapa kondisi lain juga dapat menyebabkan rambut menipis atau rontok secara signifikan. Bagaimana cara membedakannya? Mari kita kenali bersama beberapa penyebab lainnya.
1. Trikotilomania
Trikotilomania adalah gangguan kontrol impuls yang menyebabkan seseorang menarik rambutnya sendiri, baik secara sadar maupun tidak sadar. Kondisi ini umumnya mulai muncul pada masa remaja dan sering kali berkaitan dengan tekanan emosional atau stres psikologis.
Ciri khas trikotilomania:
- Rambut rontok pada bagian depan atau samping kepala, dapat meluas ke belakang.
- Dapat mengenai alis atau bulu mata.
- Pola kebotakan tidak simetris dan sering bercampur dengan rambut yang patah atau berbeda panjang.
Karena berhubungan dengan faktor psikologis, pendampingan oleh tenaga profesional seperti psikiater dapat membantu proses pemulihan.
2. Alopecia Areata
Alopecia areata adalah kondisi autoimun ketika sistem kekebalan tubuh menyerang akar rambut, sehingga rambut rontok pada area tertentu. Biasanya, kebotakan muncul sebagai bercak berbentuk bulat atau oval pada kulit kepala, janggut, alis, atau bagian tubuh lain.
Tipe-tipe alopecia areata:
- Patchy alopecia: kebotakan berbentuk oval kecil.
- Alopecia totalis: melibatkan seluruh kulit kepala.
- Alopecia universalis: melibatkan seluruh tubuh.
Tanda khas: adanya rambut pendek seperti tanda seru (exclamation mark hair) atau titik hitam di permukaan kulit kepala.
Penanganan alopecia areata sering memerlukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan tingkat keparahan dan pilihan terapi yang sesuai.
3. Androgenetic Alopecia
Androgenetic alopecia merupakan bentuk kerontokan rambut paling umum yang disebabkan oleh faktor genetik dan hormon. Kondisi ini dapat dialami oleh pria maupun wanita.
Pada pria: kerontokan biasanya dimulai dari pelipis atau puncak kepala.
Pada wanita: penipisan rambut terjadi di bagian atas kepala, sementara garis rambut depan umumnya tetap bertahan.
Riwayat keluarga seringkali menjadi faktor penting pada kasus ini. Penanganan sejak dini dapat membantu memperlambat proses kerontokan dan mempertahankan volume rambut.
Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?
Jika Anda mengalami kerontokan rambut yang berlangsung lebih dari enam bulan, atau disertai gejala lain seperti gatal, bersisik, atau luka di kulit kepala, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin. Diagnosis yang tepat membantu menentukan terapi yang sesuai agar kesehatan rambut tetap terjaga. Mengenali jenis kerontokan yang Anda alami adalah langkah awal untuk menentukan penanganan yang tepat. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan rencana perawatan yang sesuai kebutuhan Anda.
Referensi
American Academy of Family Physicians (AAFP), 2017. Hair Loss: Common Causes and Treatment. American Family Physician, 96(6), pp. 371-378.
James WD, Berger TG, Elston DM, Neuhaus IM, eds. Diseases of the Skin Appendages. In: Andrews’ Diseases of the Skin: Clinical Dermatology. 12th ed. Philadelphia, Pa.: Elsevier; 2016:747–788.
Ohyama M. Telogen Effluvium. In: Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine. 9th ed. New York: McGraw-Hill; 2019:1057–1514.Phillips TG, Slomiany WP, Allison R. Hair Loss: Common Causes and Treatment.Am Fam Physician. 2017 Sep 15;96(6):371–378. PMID: 28925637.
